Alasan Orang Masih Memakai Kepercayaan Primbon Jodoh
- Lifestyle

Alasan Orang Masih Memakai Kepercayaan Primbon Jodoh

Jodoh merupakan sesuatu yang misteri dan selalu kita cari untuk kehidupan masa depan berumah tangga. Kalau kamu tidak menemukan jodoh yang tepat, bisa jadi kehidupan rumah tangga kamu akan kacau dan banyak cek-cok. Primbon jodoh menjadi salah satu cara buat mencari pasangan yang sesuai dengan hitungan primbonnya.

Kalau mau menggunakan primbon buat mencari jodoh, kamu harus memakai cara-cara hitungan yang sudah dari sana ditentukan. Mungkin kamu mengenal primbon dipakai buat mencari jodoh yang pas atau meramal hari spesial tertentu. Padahal, primbon merupakan kitab yang diwariskan turun temurun oleh orang Jawa yang punya orientasi antara hubungan manusia dengan alam.

Dulu orang Jawa menggunakan primbon buat dijadikan pedoman sebelum memutuskan suatu tindakan. Tapi lama kelamaan, primbon difungsikan juga untuk mencari jodoh. Tidak sedikit masyarakat bingung dengan kebiasaan memakai primbon jodoh, apalagi bukan dari kalangan orang Jawa.

Buat kamu yang bingung kenapa sebelum menentukan jodoh harus memakai primbon, coba simak beberapa alasannya di bawah ini.

  1. Turun temurun

Seperti yang sudah sempat dijelaskan sebelumnya, primbon merupakan kebiasaan turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Alasan orang masih menggunakan primbon jodoh yaitu karena memang mengikuti keluarganya yang dari turun temurunnya memang terbiasa memakainya.

Orang tua yang ingin mencari pendamping terbaik buat anaknya pasti akan melakukan hitungan primbonnya terlebih dulu. Karena orang tuanya sudah diajarkan buat mengikuti tradisi primbon itu, maka si anak juga harus mengikuti jejak mereka.

Diharapkan nantinya si anak juga akan mengajarkan tradisi primbon jodoh itu ke anaknya kelak. Jadi, tradisi turun temurun ini tidak akan pernah terputus.

  1. Memang kepercayaan

Masih dilanjutkan dari poin sebelumnya. Karena sudah dilakukan turun temurun, maka sangat berkaitan dengan kepercayaan. Seperti kita tahu, setiap orang punya kepercayaan yang awalnya tentu didapat dari keluarganya sendiri. Dengan kata lain, kepercayaan tidak hanya dimiliki oleh salah satu atau beberapa generasi saja, tapi di turunkan ke generasi berikutnya.

Karena setiap generasinya diajarkan mempercayai primbon jodoh, maka kepercayaan itu akan sanga susah dihilangkan begitu saja. Kalau bisa, butuh waktu yang tidak sebentar dan pastinya anggota keluarga yang melanggarnya akan dianggap tidak menghormati leluhur, pada akhirnya bisa jadi dijauhkan.

  1. Penasaran

Sudah menjadi sifat dasar manusia yang punya pikiran penasaran dan ingin mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukannya. Dalam hal ini, primbon jodoh menjadi salah satu hal yang bisa saja dicoba oleh orang yang memang bukan dari keluarga Jawa tapi penasaran mau mencobanya.

Tidak jarang anak-anak muda membuka website yang menyediakan layanan primbon buat mengetahui jodohnya. Berbagai cara hitungan primbon di website ada beberapa, seperti hitungan berdasarkan tanggal lahir, nama kedua pasangan, dan sebagainya.

Karena penasaran inilah, orang mau menggunakan primbon buat mencari jodohnya atau hanya sekedar coba-coba saja. Tapi, kalau kamu mau mencoba di website primbon, pastikan pilih website yang terpercaya agar data pribadimu tidak diambil orang lain.

Tidak semua orang memang percaya dengan primbon jodoh. Bahkan ada banyak masalah yang terjadi saat pasangan sudah menghitung primbonnya. Entah itu primbonnya tidak cocok atau ada sisi negatifnya, akhirnya pasangan itu gagal menikah. Padahal, kalau dijalankan sesuai dengan hati dan kedua pasangan sudah mantap menikah, sebenarnya sah-sah saja tidak mempercayainya tidak masalah.

Tapi, buat keluarga yang sudah melakukannya dari turun-temurun memang susah buat menghindarinya. Jadi, kalau kamu punya pasangan yang harus menggunakan hitung primbon jodoh, sebaiknya putuskan dengan baik bersama-sama karena menikah juga merupakan dari keputusan bersama.