Desain Produk Buat Perkembangan Ekonomi Kreatif
- Others

Desain Produk Buat Perkembangan Ekonomi Kreatif? Yuk Bisa Yuk!

Peribahasa “dont judge a book by its cover” tuh nggak selamanya bener deh. Sebab, kamu pasti sering kan beli produk karena kemasannya eye catching? Nah, ternyata desain produk ini penting banget buat kemajuan dunia ekonomi kreatif.

Pasalnya, dengan mengemas sebuah produk dengan begitu rupa, maka konsumen akan tertarik. Mungkin pertamanya hanya ingin melihat saja, tetapi kemudian mereka akan membelinya. Desain produk nggak cuma bicara masalah pemanfaatan benda pakai agar ergonomis, fungsional tapi tetap estetis saja, tetapi juga harus memiliki nilai.

Manfaat Desain Produk Dalam Ekonomi Kreatif

  1. Meraih Emotional Benefit

Sekarang ini, konsumen nggak lagi melihat sebuah produk cuma dari kualitas atau teknologi yang diusung aja. Mereka juga mempertimbangkan sisi emosional mereka ketika melihat sebuah produk. Itulah alasan sebuah produk membutuhkan desain yang menarik dan unik.

Waktu mereka melihat sesuatu dan tertarik, mereka akan membelinya. Ketertarikan itu bisa aja muncul karena kenangan masa lalu, preferensi selera atau keterikatan emosional lainnya. Setiap target pasar pasti memiliki karakteristik tersendiri.

Makanya pemilihan warna, ilustrasi, font bahkan posisi desain pun juga musti perhatikan. Anak-anak pasti menyukai warna-warna cerah, dengan font lucu serta gambar kartun kesukaan mereka. Begitu pula dengan anak muda kekinian yang lebih suka warna earth tone dengan ilustrasi yang minimalis.

Agar semua aspek emosional tersebut bisa tercapai tentunya butuh riset dan juga tangan-tangan kreatif. Itulah sebabnya desain produk memiliki tempat yang cukup strategis dalam ekonomi kreatif di Indonesia.

  1. Meningkatkan Nilai Jual

Semakin menarik sebuah produk dikemas, maka akan semakin besar peluangnya untuk meraih pembeli. Hal ini juga nggak lepas dari peran media sosial, terutama Instagram. Sekarang ini, pengalaman berbelanja konsumen bukan hanya mempertimbangkan rasa dan kualitas, tetapi juga suasana yang Instagramable.

Semakin unik maka akan semakin menarik untuk diunggah sebagai konten dalam media sosial. Apalagi jika produk tersebut mengklaim dirinya sebagai yang pertama, entah dalam rasa, bentuk produk maupun pengemasan.

Makanya kamu pasti sering melihat produk yang sebenarnya rasa atau kualitasnya nggak terlalu baik, tetapi karena packagingnya yang keren maka masih ada banyak orang yang mencarinya.

  1. Sumbangsih dalam Ekonomi Kreatif

Ternyata desain produk ini nggak main-main dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia. Terbukti ada pertumbuhan signifikan dalam subsektor desain produk.dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2016, tercatat sumbangsih subsektor ini terhadap Pendapatan Domestik Bruto adalah sebesar 7,67% dan pada tahun 2017 sebesar 5,88% dan pada tahun 2018 sebesar 5,82%. Hal ini sesuai dengan Laporan Kinerja Badan Ekonomi Kreatif 2019

Diperkirakan tahun demi tahun peluang ini akan semakin bertambah. Karena tahun 2016 aja udah ada 3.367 industri kreatif desain produk yang tercatat. Bahkan saat pandemi seperti sekarang ini, subsektor desain produk merupakan salah satu yang mampu bertahan bahkan meningkat.

Tentunya ada banyak hal yang mendukung desain produk di Indonesia terus bergerak dan maju. Inspirasi untuk desain pun tersedia sangat besar, salah satunya adalah dari adat istiadat dan budaya yang ada di Indonesia sendiri.

Tentunya diharapkan di tahun mendatang akan ada lebih banyak lagi subsektor desain produk yang bermunculan. Selain itu, tentunya hal tersebut juga berbarengan dengan meningkatnya kesadaran pengusaha untuk membuat desain produk yang mumpuni.

Langkah Pengembangan Subsektor Desain Produk

  1. Penyelenggaraan Kegiatan

Pemerintah, dalam hal ini, kemenparekraf dan baparekraf, selalu mendukung peningkatan dan perkembangan subsektor desain produk. Salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas.

Kegiatan yang dimaksud antara lain Inacraft, KriyaNusa, CASA dan masih banyak lagi. Dengan adanya kegiatan ini, maka para pelaku usaha bisa mempromosikan produk mereka. Fasilitas ini disediakan pemerintah untuk semua pelaku usaha.

  1. Permodalan

Nggak cuma itu aja, masalah permodalan juga menjadi perhatian pemerintah. Sebab untuk mengembangkan produk dan usaha tentunya membutuhkan modal yang nggak sedikit. Pemerintah menggandeng bank dan lembaga permodalan untuk memberikan bantuan modal lunak bagi banyak pelaku usaha.

Pemerintah juga memberikan bantuan berupa pembentukan jaringan distribusi. Jadi pelaku usaha nggak perlu bingung lagi ketika akan menyalurkan dan mendistribusikan karya atau produk mereka ke berbagai tempat.

  1. Pendidikan dan Pelatihan

Memang salah satu pondasi untuk bisa menghasilkan desain produk yang menarik adalah kemampuan dalam dunia grafis. Bukan hanya teknik menggambar tetapi juga pemilihan warna, komposisi bahan dan lain sebagianya.

Hal ini bisa didapatkan salah satunya dengan memiliki pendidikan yang cukup. Maka dari itu banyak lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal yang membuka kelas khusus untuk pendidikan desain produk.

Bahkan universitas seperti Universitas Pelita Harapan, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November dan masih banyak nama lain juga membuka program studi tentang desain produk.

Ternyata desain produk adalah aspek penting dalam sebuah industri. Agar seluruh sektor dalam ekonomi kreatif bisa berkembang, maka pemaksimalan dalam pengemasan produk harus terus ditingkatkan.