Masjid Dian Al Mahri
- Others

Masjid Kubah Emas Terkenal di Indonesia – Masjid Dian Al Mahri

Masjid sudah menjadi instrumen investasi yang populer di kalangan masyarakat bahkan dapat melakukan investasi emas digital di Sehatigold.com dengan minimal pembelian 0,01 gram. Emas nantinya dapat dicetak menjadi emas fisik baik dalam bentuk perhiasan atau logam mulia. Selain investasi, emas juga sudah umum dijadikan sebagai furniture atau lapisan bangunan salah satunya yaitu Masjid Kubah Emas.

Pendiri Masjid Dian Al Mahri

Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid merupakan pendiri masjid kubah emas yang juga sekaligus merupakan pemilik masjid. Masjid Dian Al Mahri terletak di Depok, Jawa Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 2001. Pembangunan masjid berlangsung selama 7 tahun dan kemudian diresmikan pada 31 Desember 2006. Masjid Dian Al Mahri pertama kali digunakan untuk melaksanakan Salat Ied 1427 Hijriah pada saat itu.

Awalnya Dian Al Mahri bersama dengan suaminya, Maimun Al Rasyid membeli lahan pada tahun 1996 kemudian dijadikan sebagai tanah untuk membangun Masjid Dian Al Mahri. Dian Al Mahri sendiri merupakan seorang pengusaha asal Banten yang memiliki tambang minyak bumi di Brunei Darussalam dan sektor bisnis lainnya.

Bangunan masjid ini kemudian didirikan di atas tanah seluas 8.000 m2 yang dapat menampung hingga 20.000 jemaah dengan total luas lahan yaitu 50 hektare. Halaman masjid bahkan dapat menampung hingga 8.000 orang dengan ukuran tanah 45 x 57 meter.

Masjid Termegah di Asia Tenggara

Masjid Dian Al Mahri sangat terkenal di Indonesia dan disebut sebagai masjid termegah di Asia Tenggara. Tentu saja terdapat alasan mengapa masjid ini menjadi masjid termegah. Karena kemegahannya, banyak yang mempertanyakan berapa biaya pembangunan Masjid Kubah Emas Depok ini. Sayangnya tidak ditemukan informasi yang lengkap mengenai biaya pembangunan Masjid Kubah Emas.

5 kubah utama dan 4 kubah kecil di Masjid Dian Al Mahri dilapisi dengan emas setebal 2-3 mm mozaik kristal. Pada kubah utama memiliki bentuk yang mirip dengan kubah di Taj Mahal, India atau kubah khas Persia.

Bukan hanya dijadikan sebagai lapisan pada kubah, emas juga dijadikan sebagai ornamen pada beberapa bagian di masjid salah satunya yaitu emas 18 karat yang digunakan untuk membuat relief hiasan di mimbar tempat imam memimpin salat. Sama halnya dengan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid dan pagar yang ada di lantai dua.

Di ruang tengah pada bangunan utama, terdapat lampu yang tergantung di langit-langit yang terbuat dari kuningan dengan lapisan emas seberat 2,7 ton. Bagian ini bahkan dikerjakan oleh ahli khusus dari Italia yang didatangkan oleh Dian Al Mahri.

Mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah juga dilapisi dengan serbuk-serbuk emas. Di luar bangunan masjid terdapat enam menara yang melambangkan rukun iman. Menara ini dibalut dengan batu granit dari Italia yang dilengkapi dengan ornamen melingkar dan dilapisi dengan mozaik emas 24 karat pada bagian puncak menara. Bahan yang digunakan untuk membangun masjid ini merupakan bahan berkualitas yang diimpor dari Turki dan Italia.

Hingga saat ini Masjid Dian Al Mahri menjadi salah satu destinasi wisata yang memiliki banyak pengunjung bahkan pada akhir pekan terdapat lebih dari 50 ribu orang pengunjung yang ingin melihat kemegahan masjid dan melaksanakan aktivitas keagamaan. Untuk jadwal kunjungan Masjid Kubah Emas yaitu pukul 04.00 WIB hingga 07.00 WIB dan akan dibuka lagi pada pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.