Mengenal Gejala Ketoasidosis Diabetik
- Kesehatan

Mengenal Gejala Ketoasidosis Diabetik

Menurut alodokter.com ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan oleh tingginya produksi asam darah tubuh atau biasa disebut dengan keton. Tubuh tidak dapat mengolah gula darah ketika kekurangan insulin. Hasil dari proses tersebut menghasilkan senyawa bersifat asam bernama keton dengan jumlah yang cukup banyak dan berbahaya bagi tubuh.  Apa saja gejala ketoasidosis diabetik? Terdapat beberapa gejala ketoasidosis diabetik seperti mual dan muntah, nyeri perut, frekuensi buang air kecil meingkat, kelelahan, napas cepat dan dalam, dehidrasi akibat sering buang air, dan gangguan keseimbangan elektrolit yang berfungsu untuk sel jantung, otot dan saraf. Gejalanya juga dapat berupa linglung, penurunan kesadaran hingga koma.

Setelah mengetahui gejala ketoasidosis diabetik, kamu juga harus tahu penyebabnya. Penyebab dari penyakit ini adalah banyaknya zat bernama keton dalam tubuh. Beberapa hal yang dapat memicu tubuh untuk menghasilkan keton darah secara berlebihan adalah:

  1. Penderita diabetes tipe 1

Menurut hellosehat.com ini adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel yang memproduksi hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Risiko orang yang lebih tinggi untuk terkena kondisi ini jika dalam keadaan paparan penyakit virus, munculnya autoantibodi, kekurangan vitamin D, orang tua atau saudara kandung yang mengidap kondisi diabetes.

  1. Lupa menyuntik insulin atau dosis insulin yang terlalu rendah.
  2. Serangan jantung
  3. Kecanduan alkohol
  4. Menstruasi dan kehamilan
  5. Mengalami infeksi, karena infeksi akan mengakibatkan tubuh menghasilkan hormon yang menghambat kerja insulin.

Apa saja pengobatan dari penyakit ini? biasanya penderita akan ditangani dengan kombinasi dari tiga jenis pengobatan seperti pemberian insulin langsung memalui infus, pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi dan pemberian elektrolit tertentu seperti kalium, natrium dan klorida.

Pengobatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi terhadap penderita. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat pengobatan dari ketoasidosis diabetik seperti:

  1. Rendahnya kadar kalium (hipokalemia)

Cairan dan insulin yang digunakan untuk mengobati ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan hipokalemia. Hal ini dapat mempengaruhi kerja jantung, otot dan saraf.

  1. Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia)

Insulin menyebabkan gula darah diserap sel-sel tubuh. Jika kadar gula darah turun terlalu cepat, penderita dapat mengalami hipoglikemia.

  1. Pembengkakan pada otak (edema otak)

Menstabilkan kadar gula terlalu cepat dapat menimbulkan pembengkakan pada otak. Komplikasi ini terjadi utamanya pada anak-anak atau orang yang baru terdiagnosis diabetes.

Dilansir dari hellosehat.com untuk mengatasi gula darah yang tiba-tiba tinggi, kamu dapat mengecek kadar gula darah secara rutin. Jika kamu memeriksa keton melalui tes darah, periksa hal berikut.

  1. Kondisi normal jika hasil lebih rendah dari 0,6 mmol/L.
  2. Hasilnya 0,6 mmol/L hingga 1,5 mmol/L, kamu memiliki risiko rendah ketoasidosis diabetik.
  3. Jika hasilnya 1,6 mmol/L hingga 2,9 mmol/L, risiko untuk terkena ketoasidosis diabetik lebih tinggi.
  4. Jika hasilnya lebih dari 3 mmol/L, kamu memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terkena ketoasidosis diabetik dan memerlukan penanganan secepatnya.

Apa saja yang dilakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik? Untuk mencegah ketoasidosis diabetik, kamu harus memiliki pola hidup sehat. Hindari makanan yang akan merusak kadar gula darah atau makanan yang terlalu berlemak agar penyakit ini tidak muncul. Kamu dapat cek gula darah setiap hari untuk memantau secara rutin agar dapat membatasi konsumsi makanan tidak sehat. Jangan lupa mengonsumsi makanan seperti buah dan sayur.

Itulah hal-hal yang dapat kamu tahu tentang gejala ketoasidosis diabetik.